Kamis, 04 Februari 2016

Kedahsyatan Puasa Senin Kamis


Keutamaanpuasaseninkamisdanmanfaat yang diperolehdariberpuasaseninkamis. Di antaranyaadalah, Dari ‘Aisyahradhiyallahu ‘anha, beliaumengatakan,

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ.

“Rasulullahshallallahu ‘alaihiwasallambiasamenaruhpilihanberpuasapadahariSenindanKamis.”(HR.AnNasai no. 2362 danIbnuMajah no. 1739. All Hafizh Abu Thohirmengatakanbahwahaditsinihasan.Syaikh Al Albanimengatakanbahwahaditsinishahih)



Usamah bin Zaidberkata,

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَصُومُ حَتَّى لاَ تَكَادَ تُفْطِرُ وَتُفْطِرُ حَتَّى لاَ تَكَادَ أَنْ تَصُومَ إِلاَّ يَوْمَيْنِ إِنْ دَخَلاَ فِى صِيَامِكَ وَإِلاَّ صُمْتَهُمَا. قَالَ « أَىُّ يَوْمَيْنِ ». قُلْتُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ. قَالَ « ذَانِكَ يَوْمَانِ تُعْرَضُ فِيهِمَا الأَعْمَالُ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ »

“AkuberkatapadaRasul –shallallahu ‘alaihiwasallam-, “WahaiRasulullah, engkauterlihatberpuasasampai-sampaidikiratidakadawaktubagimuuntuktidakpuasa.Engkaujugaterlihattidakpuasa, sampai-sampaidikiraengkautidakpernahpuasa.Kecualiduahari yang engkaubertemudengannyadanberpuasaketikaitu.”Nabishallallahu ‘alaihiwasallambertanya, “Apaduaharitersebut?”Usamahmenjawab, “SenindanKamis.”Lalubeliaubersabda, “DuaharitersebutadalahwaktudihadapkannyaamalanpadaRabbsemestaalam (pada Allah).Akusangatsukaketikaamalankudihadapkansedangakudalamkeadaanberpuasa.”(HR.AnNasai no. 2360 dan Ahmad 5: 201. Al Hafizh Abu Thohirmengatakanbahwasanadhaditsinihasan).

Dari Abu Hurairahradhiyallahu ‘anhu, Rasulullahshallallahu ‘alaihiwasallambersabda,
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

“Berbagaiamalandihadapkan (pada Allah) padahariSenindanKamis, makaakusukajikaamalankudihadapkansedangkanakusedangberpuasa.”(HR. Tirmidzi no. 747.At Tirmidzimengatakanbahwahaditsinihasanghorib.Al Hafizh Abu Thohirmengatakanbahwasanadhaditsinihasan.Syaikh Al Albanimengatakanbahwahaditsinishahihlighoirihiyaitushahihdilihatdarijalurlainnya).

Dari Abu Qotadah Al Anshoriradhiyallahu ‘anhu, Rasulullahshallallahu ‘alaihiwasallampernahditanyamengenaipuasapadahariSenin, lantasbeliaumenjawab,
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

“Haritersebutadalahhariakudilahirkan, hariakudiutusatauditurunkannyawahyuuntukku.” (HR. Muslim no. 1162)

KeutamaanhariSenindanKamissecaraumumdijelaskandalamhadits Abu Hurairahberikut, Rasulullahshallallahu ‘alaihiwasallambersabda,

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

“PintusurgadibukapadahariSenindankamis.Setiahamba yang tidakberbuatsyirikpada Allah sedikit pun akandiampuni (padaharitersebut) kecualiseseorang yang memilikipercekcokan (permusuhan) antaradirinyadansaudaranya. Nantiakandikatakanpadamereka, akhirkanurusanmerekasampaimerekaberduaberdamai, akhirkanurusanmerekasampaimerekaberduaberdamai.” (HR. Muslim no. 2565).

Bagaimanacaraniatpuasaseninkamis?

Andadapatmembacapenjelasannyadipostingan :
NiatPuasaSeninKamis Yang BenardanShahih

Bolehkahniatpuasaseninkamisdigabungkandenganpuasasunah lain?

Para ulamamembahasmasalahinidalamkajian at-Tasyrik bin Niyat ‘menggabungkanniat’. Batasannya, apaadaamal yang statusnyalaisamaqsudan li dzatih, tidakharusadawujudkhusus, artinyadiahanyaberstatussebagaiwasilahataubisadigabungkandengan yang lain, makaniatnyabisadigabungkandenganamal lain yang sama.

DalamFatawaSyabakahIslamiyahdinyatakan,
فجمع أكثر من نية في عمل واحد هو ما يعرف عند أهل العلم بمسألة التشريك، وحكمه أنه إذا كان في الوسائل أو مما يتداخل صح، وحصل المطلوب من العبادتين، كما لو اغتسل الجنب يوم الجمعة للجمعة ولرفع الجنابة فإن جنابته ترتفع ويحصل له ثواب غسل الجمعة

Menggabungkanbeberapaniatibadahdalamsatuamal, dikenalparaulamadenganistilah ‘at-Tasyrik’.Hukumnya, jikaamalituterkaitwasilah, ataubisadigabungkan, makadiabolehdigabungkan.Dan diabisamendapatkanduaibadah.

Seperti orang yang mandijunubpadaharijumat, untukmandijumatdansekaligusuntukmenghilangkanhadatsbesarnya, maka status hadatsbesarjunubnyahilang, dandiajugamendapatkanpahalamandijumat.

Selanjutnya, tim Fatwa Syabakahmenyatakan,
فإذا تقرر هذا فاعلم أنه لا حرج في الجمع بين صيام الإثنين والخميس وبين أي صوم آخر، لأن الصوم يوم الإثنين والخميس إنما استحب لكونهما يومين ترفع فيهما الأعمال

Denganmemahamiini, andabisamenyatakanbahwatidakmasalahmenggabungkanantarapuasaseninkamisdenganpuasasunahlainnya.Karenapuasaseninkamis, dianjurkankarenaposisinya di duahari yang menjadiwaktudilaporkannyaamalkepada Allah. (FatawaSyabakahIslamiyah, no. 103240).

PahalaPuasaSeninKamistetapmengalirjikatidakberpuasa

Bagianiniuntukmemotivasikita agar istiqamahdalammenjalankanamalsunah.Ketikaandamemilikikebiasaanamalansunahtertentu, baikbentuknyashalat, puasa, atauamalsunahlainnya, danandatidakbisamelakukannyakarenaudzursakitatausafar, makaandaakantetapmendapatkanpahaladarirutinitasamalsunah yang andakerjakan.

Dari Abu Musa al-Asy’ariRadhiyallahu ‘anhu, Nabishallallahu ‘alaihiwasallambersabda,
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

“Jikaseoranghambaitusakitataubepergianmakadicatatuntuknya (pahala) sebagaimana (pahala) amalnya yang pernahdialakukanketika di rumahatauketikasehat.” (HR. Bukhari 2996).

Al Hafidz al-‘Ainimengatakan,
هذا فيمن كان يعمل طاعة فمنع منها، وكانت نيته لولا المانع أن يدوم عليها

”Hadisiniberceritatentang orang yang terbiasamelakukanamalketaatankemudianterhalangi (tidakbisa) mengamalkannyakarenaudzur, sementaraniatnyaingintetapmerutinkanamaltersebutseandainyatidakadapenghalang.” (UmdatulQori, 14/247)

Dan itulahkeistimewaan orang yang beriman.Pahalarutinitasamalbaiknyadiabadikanoleh Allah. Al Muhallabmengatakan,

“Hadisinisesuaidenganapa yang adadalam Al-Qur’an, Allah berfirman,
إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

”Kecuali orang-orang yang berimandanberamalshalehmerekamendapatkanpahala yang tidakpernahterputus.” (QS. At Tin:6)

maksudnyamereka (orang-orang yang beriman) mendapatkanpahalaketikamerekasudahtuadanlemahsesuaidenganamal yang dulupernahmerekakerjakanketikamasihsehat, tanpaterputus. Olehkarenaitu, setiapsakit yang menimpa, selain yang akutdansetiapkesulitan yang dialamiketikasafardansebablainnya, yang menghalangiseseoranguntukmelakukanamal yang menjadikebiasaannya, maka Allah telahmemberikankemurahannyadengantetapmemberikanpahalakepada orang yang tidakbisamelakukanamaltersebutkarenakondisi yang dialaminya.” (SyarhShaih Al BukhariolehIbnBatthal, 3/146).

Untukitu, carilahamalsunah yang ringan, yang memungkinkanuntukandalakukansecaraistiqamahsampaiakhirhayat, selamafisikmasihmampumenanggungnya.Karenaamal yang istiqamahmeskipunsedikit, lebihdicintai Allah, daripadabanyaknamunhanyadilakukansekalidua kali.

Dari AisyahRadhiyallahu ‘anha, Nabishallallahu ‘alaihiwasallambersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ خُذُوا مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ ، فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا ، وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دَامَ وَإِنْ قَلَّ

“Wahaiparamanusia, beramal-lahsesuaidengankemampuan kalian.Karenasesungguhnya Allah tidak

akanbosansampai kalian bosan. Sesungguhnyaamal yang paling dicintaioleh Allah adalahamal yang paling rutindikerjakanmeskipunsedikit.” (HR. Bukhari 5861)


Senin, 01 Februari 2016

Keistimewaan Sholat Dhuha

KEISTIMEWAAN SHOLAT DHUHA

1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
Dari Abu Dzar al-Ghifarira, iaberkatabahwaNabiMuahammad saw bersabda:
"Di setiapsendiriseorangdarikamuterdapatsedekah, setiaptasbih (ucapansubhanallah) adalahsedekah, setiaptahmid (ucapanalhamdulillah) adalahsedekah, setiaptahlil (ucapanlailahaillallah) adalahsedekah, setiaptakbiradalahsedekah, menyuruhkepadakebaikanadalahsedekah, mencegahdarikemungkaranadalahsedekah. Dan duarakaatDhuhadiberipahala" (HR Muslim).

2. Ghanimah (keuntungan) yang besar

Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, iaberkata:"Rasulullah saw mengirimsebuahpasukanperang. Nabi saw berkata: "Perolehlahkeuntungan (ghanimah) dancepatlahkembali!.Merekaakhirnyasalingberbicaratentangdekatnyatujuan (tempat) perangdanbanyaknyaghanimah (keuntungan) yang akandiperolehdancepatkembali (karenadekatjaraknya). LaluRasulullah saw berkata; "Maukah kalian akutunjukkankepadatujuan paling dekatdarimereka (musuh yang akandiperangi), paling banyakghanimah (keuntungan) nyadancepatkembalinya? Merekamenjawab; "Ya!Rasulberkatalagi: "Barangsiapa yang berwudhu', kemudianmasukkedalam masjid untukmelakukanshalatDhuha, dialah yang paling dekattujuanannya (tempatperangnya), lebihbanyakghanimahnyadanlebihcepatkembalinya." (Shahih al-Targhib: 666)

3. Sebuah rumah di surga

Bagi yang rajinmengerjakanshalatDhuha, makaiaakandibangunkansebuahrumah di dalamsurga. Hal inidijelaskandalamsebuahhaditsNabiMuahammad saw:
"Barangsiapa yang shalatDhuhasebanyakempatrakaatdanempatrakaatsebelumnya, makaiaakandibangunkansebuahrumah di surge." (Shahih al-Jami`: 634)

4. Memerolehganjaran di sore hari Dari Abu Darda' ra, iaberkatabahwaRasulullah saw berkata:"Allah ta`alaberkata: "Wahaianak Adam, shalatlahuntuk-Ku empatrakaatdariawalhari, makaAkuakanmencukupikebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya" (Shahih al-Jami: 4339).

Dalamsebuahriwayatjugadisebutkan: "Innallaa `azzawajallayaqulu: Yabnaadamaakfniniawwala al-naharbi'arba`iraka`atukfikabihinnaakhirayaumika" ("Sesungguhnya Allah `AzzaWaJallaberkata: "Wahaianak Adam, cukuplahbagi-Ku empatrakaat di awalhari, makaakuakanmencukupimu di sore harimu").

5. PahalaUmrah Dari Abu UmamahrabahwaRasulullah saw bersabda:"Barangsiapa yang keluardarirumahnyadalamkeadaanbersuciuntukmelaksanakanshalatwajib, makapahalanyasepertiseorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluaruntukmelaksanakanshalatDhuha, makapahalanyaseperti orang yang melaksanakan `umrah....(Shahih al-Targhib: 673). Dalamsebuahhadits yang lain disebutkanbahwaNabi saw bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakanshalatfajar (shubuh) berjamaah, kemudiania (setelahusai) dudukmengingat Allah hinggaterbitmatahari, laluiashalatduarakaat (Dhuha), iamendapatkanpahalasepertipahala haji danumrah; sempurna, sempurna, sempurna" (Shahih al-Jami`: 6346).

6. Ampunan Dosa
"Siapa pun yang melaksanakanshalatdhuhadenganlanggeng, akandiampunidosanyaoleh Allah, sekalipundosaitusebanyakbuih di lautan." (HR Tirmidzi)
7. Olahraga tanpa disadari
Sholatdhuhadilakukansaatpagiyaitupukul 08.00 sampaimenjelangdzuhur.Waktuitumerupakanwaktu yang sangatbaikuntukolahraga, tanpakitasadarigerakansholatinidapatmenjagakesehatntulangdanotot.
8. Melancarkan peredaran darah
9. Menormalkan produsi hormon
10. Menghilangkan stress dan menenangkan jiwa



Senin, 18 Januari 2016

Sholat Dhuha

SHOLAT DHUHA


Sholat merupakan suatu amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Oleh karena itu Alhamdulillah pada kesempatan Ane akan sedikit mengulas mengenai sholat dhuha. Mulai dari waktu pelaksanaan,jumlah rakaat, tata cara,niat sholat dhuha, doa sesuadah sholat dhuha.

Banyak Muslim yang meyakini bahwa salah satu keajaiban shalat Dhuha adalah memperlancar rezeki. Mengapa demikian? Mari kita perhatikan salah satu terjemahan hadits mengenai shalat Dhuha yang mengaitkan dengan rezeki berikut ini:

Hadits shalat dhuha yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda,  "Setiap pagi, (1) setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan shadaqahnya. (2) Setiap tasbih adalah shadaqah,(3) setiap tahmid adalah shadaqah,(4) setiap tahlil adalah shadaqah, (5) setiap takbir adalah shadaqah, (6) menyuruh kepada kebaikan adalah shadaqah, (7) dan melarang berbuat munkar adalah shadaqah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

Niat Sholat Dhuha
      “Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: ” Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah.”

Tata Cara Sholat Dhuha
1.   Setelah membaca niat sholat dhuha didalam hati seperti yang telah tertulis diatas kemudian membaca takbir,
2.   Membaca doa Iftitah
3.   Membaca surat al Fatihah
4.   Membaca satu surat didalam Alquran. Afdholnya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam  dan rakaat kedua surat Al Lail
5.   Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
6.   I’tidal dan membaca bacaannya
7.   Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
8.   Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaanya
9.   Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
10.  Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

Waktu Sholat Dhuha

Waktu duha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu zuhur.

Akan tetapi ada pendapat lain juga yang menyebutkan waktu sholat duha yang baik adalah mulai pukul 09.00 - 11.00.
Ada juga waktu-waktu haram yang mengapit shalat Dhuha :
Sesudah Shalat Subuh hingga matahari bersinar
Ketika hampir masuk waktu Zuhur hingga tergelincir matahari

Jumlah Rakaat Shalat Dhuha
   Jumlah minimal rakaat Shalat Dhuha adalah dua rakaat, sebagaimana hadits Abu Hurairah di depan. Bisa juga mengerjakan empat rakaat, enam rakaat, delapan rakaat, atau duabelas rakaat, atau tanpa batasan, karena semuanya memiliki pijakan dari sunnah Rasulullah . (Shalatul Mukmin: 1/449, Syarh Riyadhus Shalihin, Al-Utsaimin:
Dalil Shalat Dhuha empat rakaat hingga tanpa batasan  adalah hadits Aisyah s,


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ

Dari Aisyah s beliau berkata, “Rasulullah n shalat Dhuha empat rakaat dan menambahnya sesuai dengan kehendak Allah.” (HR. Muslim)



Bacaan Doa sesudah Shalat Dhuha

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ عِبَادَبِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ كَ الصَّالِحِيْنَ

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Keutamaan shalat dhuha, orang yang melakukan dua rakaat tercatat sebagai orang yang tidak lalai, orang yang melakukan empat rakaat sebagai ahli ibadah dan gemar melakukan hal-hal kebaikan, orang yang melakukan enam rakaat akan terjaga dari perbuatan dosa sepanjang hari itu, orang yang melakukan delapan rakaat tercatat sebagai orang-orang taat dan sukses, orang yang melakukan dua belas rakaat akan dibuatkan rumah indah didalam surga.

Sekian pembahasan singkat dari ane, mungkin banyak kurangnya. Apabila ane ada salah ngomong mohon maaf. Anda penasaran??? Nantikan ulasan ane selanjut nya .

 Wassalamu’alaikum Wr. Wb.